margaluyu165
Perguruan Pentja Silat dan Tenaga Dalam Sumedang

Ustadz.Asep Soleh Tomtom bersama Syekh Mursyid


Ustadz.Asep Soleh Tomtom bersama Syekh Mursyid

Ustdz.Asep Soleh Tomtom fhoto bareng bersama Mursyid Kamil Mukamil,Al Alamah,Al Arifbillah Syekh Abdul Gaos Saefulloh Maslul. Beliau adalah SILSILAH yang ke-38 dari Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN).

About these ads

16 Tanggapan to “Ustadz.Asep Soleh Tomtom bersama Syekh Mursyid”

  1. Sang pewaris yang bijak selalu memberikan keputusan yang sesuai dengan kemajuan zaman . Beliau tidak pernah menunjuk dengan tangan langsung akan tetapi dengan bahasa isyarat yang penuh dengan syarat makna. Secara tidak langsung kita sedang dibelajari oleh Guru agung Syaikh Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin RA wa QS untuk mendewasakan ruhani sang murid .

    Seorang murid pasti mengenal Guru ruhaniyahnya, walaupun ia berganti busana (pakaian) sekalipun. Pemahaman yang demikian akan membawa pada suatu pola fikir yang dalam. Dan itulah maha karya persi 37 yang mashur dan merupakan kejayaan thoriqoh di abad modern yang menjadi khazanah Islam yang tidak akan pernah tersingkirkan.

    Berbalik kepada kita yang ingin diakui sebagai murid oleh sang Pewaris nabi , akankah kita menjadi pewaris kurun 38, minimal mempertahankan kejayaan kurun 37, atau sebaliknya hancur karena masalah kemursyidan 38 yang berlarut-larut.

    Selanjutnya kita serahkan kepada wakil talkin yang telah diberi isyarat mutlak oleh sang mursyid didalam memberikan keputusan yang paling baik dan terbaik, demi kejayaan Islam rohmatan lil ‘alamin.

    Pro dan Kontra Alasan Penolakan silsilah ke-38

    Sebuah fenomena semakin nyata yang terjadi pada kalangan para ikhwan . Salah satu contoh adalah masalah “mursyid baru (silsilah 38)”. Dengan dalih kecintaan (?) kepada guru yang begitu besar, maka ia menolak kehadiran “guru baru”, padahal semua sudah ada aturan mainnya, termasuk aturan main kita dalam berthoriqot. Semua kitab tashawuf yang membahas masalah mursyid, atau yang membahas tentang thariqah mu’tabaroh (thoriqoh yang sah dan diakui) menjelaskan pentingnya regenerasi kemursyidan. Karena jika generasi hilang, maka thoriqoh itu terputus sampai disana.

    Apa alasan penolakan mereka?

    1. “PANGERSA ABAH ANOM ADALAH GURU AGUNG, BELIAU TIDAK AKAN TERGANTIKAN”

    Memang betul, beliau adalah guru agung, dan beliau juga tidak tergantikan dengan catatan, beliau tak tergantikan sebagai ahli silsilah ke-37, karena angka 37 tetap miliki beliau, tidak akan ada nama lain di angka 37, yang ada hanya nama di 38, dan seterusnya. Ingat, regenerasi yang kontinyu ( tasalsul, silsilah dari saat ini sampai nabi tersambung selalu ) ini adalah syarat sah sebuah tarekat, tidak terkecuali TQN PP Suryalaya. Jika kita ingin tetap di kloter 37, silakan, karena kita adalah murid guru ke-37. Tapi jangan pernah membantah dan menolak kehadiran guru ke-38, karena ia adalah murid pangersa abah yang punya amanah besar mengemban keberlangsungan TQN agar tetap terjaga silsilahnya, dan demi syi’ar Laa ilaaha illallooh.

    2. “BISAKAH BUMI MENGATUR URUSAN LANGIT?”

    Memang tidak bisa, kita yang derajat dan kedudukannya masih rendah tidak bisa mengatur urusan mursyid, termasuk urusan pengganti beliau. ” URUSAN LANGIT HANYA BISA DIATUR OLEH PENGHUNI LANGIT “, itu betul. Seandainya maksud ungkapan “langit” di sini adalah “mursyid”, maka penghuni langit di sini adalah mursyid dan khalifah-khalifah nya. Wakil Pangersa Abah Anom lah yang punya hak untuk itu. Karena sebagaimana kita ketahui dalam kitab-kitab tashawuf, metode pengangkatan “guru baru” dalam sebuah thoriqoh adalah dengan dua cara, yaitu:

    Penyerahan secara langsung khirqoh kemursyidan oleh seorang guru kepada salah satu muridnya, baik penyerahan secara lahir maupun secara bathiniyah;
    Jika guru tersebut tidak menunjuk secara langsung, maka para wakil mengadakan istikhoroh secara khusus perihal siapa pengganti gurunya.

    3. “KITA INI BODOH, KITA INI BUTA, LAYAKKAH KITA MEMBICARAKAN ILMU PADAHAL KITA TIDAK TAHU RAHASIA ILMU ITU?”

    Adakalanya yang bodoh dan yang buta perlu bicara untuk menentukan nasib mereka saat yang melihat dan yang pintar tak lagi berbicara, itu penting untuk keberlangsungan hidup mereka.

    4. “DALAM SEBUAH MANAQIBAN, SAAT SYAIKH GAOS DITANYA MASALAH PENGGANTI ABAH, BELIAU MENJAWAB: “KALAU INGIN TAU PENGGANTI ABAH, PANDANGILAH FOTO BELIAU”

    Jangan terlalu tekstual Para Ikhwan tapi lihatlah esensinya, lihatlah hakikat dari perkataan beliau. Jika kita mau tahu maksud perkataan “PANDANGILAH FOTO BELIAU”, maka jawabannya ada dalam kitab Tanwir al-Qulub karya Syaikh Amin al-Kurdi. Dengan perkataan seperti itu, Syaikh Gaos menyuruh kita untuk ber-Robithoh dan mencari petunjuk untuk mendapatkan jawaban. Karena arti robithoh itu sendiri menurut Syaikh Amin al-Kurdi secara etimologi / lughotan adalah: membayangkan wajah guru, atau memandangi foto guru. Begitulah cara orang bijak memberikan jawaban, menuntut kita untuk bijak pula dalam menyikapi dan menafsirkannya.

    5. “SU’UL ADAB, TIDAK ADA TATA KRAMANYA”

    Dimana letak su’ul adabnya? Di mana letak tidak ada tatakramanya? Apa karena ada guru baru? Ingat, 37 tidaklah sama dengan 38, tidak akan ada 38 tanpa ada 37. 38 bukan menghapus 37, tapi meneruskan 37 dan mengemban amanahnya dalam rangka estafet ahli silsilah, agar TQN ini tasalsul sehingga Suryalaya selamanya eksis dalam syi’ar Laa Ilaaha Illallooh, tetap menjadi tarekat yg mu’tabaroh.

    6. Yang paling berbahaya bagi ikhwan adalah sbb:

    Kultus individu yg berlebihan yg tdk memperhati kan kaidah2 hukum syar’i, yg akan menjelma penolakan2 hukum yg bertentangan dgn pola2 sufiyah.
    Pendalaman tauhid yg lemah, baik secara teori atwpun mujahadah bathin dan dhohir.
    Kekurang tahuan tentang mujahadah Sang Guru, baik ketika muda atwpun setelah jd mursyid,

    Untuk para ikhwan, saudara-saudara yang saya hormati, Jika anda termasuk salah satu orang yang menolak dengan kehadiran guru ke-38, maka cukuplah dengan istiqamah dalam amalan anda, tapi jangan mengganggu pengemban amanah ke-38. janganlah menolak dengan ijtihad pribadi yang tak berdasar, saya kembalikan perkataan anda:

    ” URUSAN LANGIT HANYA BISA DIATUR OLEH PENGHUNI LANGIT, KITA INI BODOH, KITA INI BUTA “,

    Semua ini sudah ada aturan mainnya, atau anda mau meng-amandemen undang-undang yang telah digariskan oleh para ulama sufi salafussholih?
    Berhati-hatilah kita berpijak dan wa”tasimu bihablillah (ingat pesan abah) dengan baik dan benar.

    Semoga Syaikh Muhammad Abdul Ghaos Saefululloh Maslul RA ditetapkan hatinya untuk bertasamuh dan diberi kekuatan dalam mengemban (Amanah/memangku) Mursyid ke-38 atau kurun 38 yang menjadi pewaris guru masyhur yang syarat dengan bahasa isyarat suluk sufiah. Kita semua tetap dalam lindungan Alloh Swt dengan karomah Pangersa Abah Anom yang selalu mengalir kepada kita semua. aamiin

    • Cuma saya ingin bertanya, bagaimana Kiayi Abdul Gaos menerima amanah dari Abah Anom selaku penerus sedangkan pimpinan Suryalaya termasuk keluarga Abah Anom tidak mengetahui apa-apa . Bilakah amanah ini diserahkan ? dalam mimpikah ? ini penting agar semua wakil talqin tidak mengikuti jejak Kiayi Gaos, nanti semua mengaku sebagai penerus..ini lagi pusing. Mengikut pandangan saya para wakil seharusnya berkumpul dan melantik antara mereka naik jadi mursyid. Jika di suruh saya pilih saya pilih pak mimit yang tertua dan yang paling dihormati semua para wakil.

      • Subhanalloh..Alhamdulillah saya pernah melihat sertifikat wasiat bukti pelimpahan keMursyidan abah sepuh ke pangersa abah anom di tanda tangani oleh abah sepuh. Itu sebagai contoh bukti mursyid ada sertifikat. Sertifikat rahasia pelimpahan kemursyidan yg dari abah sepuh kepada abah anom itu sudah diberikan kepada abah Gaos,tidak kepada keluarga juga wakil talqin lain. Satu pertanyaan! kenapa diberikan kepada abah Gaos,tidak kepada yg lainnya?? Saya punya tulisan abah sepuh yg di photokan,tapi BISA ke BACA….(A.KEMBAR)

  2. Semoga Syaikh Muhammad Abdul Ghaos Saefululloh Maslul RA ditetapkan hatinya untuk bertasamuh dan diberi kekuatan dalam mengemban (Amanah/memangku) Mursyid ke-38 atau kurun 38 yang menjadi pewaris guru masyhur yang syarat dengan bahasa isyarat suluk sufiah. Kita semua tetap dalam lindungan Alloh Swt dengan karomah Pangersa Abah Anom yang selalu mengalir kepada kita semua. aamiin

  3. istighfar gaos sblm kena kualat guru dan saya mau bukti tongkat estafetnya yaitu cincin dan tongkat yang biasa abah anom pake saya mengenali tongkat itu karena tongkat itu ada tandanya

    • Subhanalloh..Alhamdulillah saya pernah melihat sertifikat wasiat bukti pelimpahan keMursyidan abah sepuh ke pangersa abah anom di tanda tangani oleh abah sepuh. Itu sebagai contoh bukti mursyid ada sertifikat. Sertifikat rahasia pelimpahan kemursyidan yg dari abah sepuh kepada abah anom itu sudah diberikan kepada abah Gaos,tidak kepada keluarga juga wakil talqin lain. Satu pertanyaan! kenapa diberikan kepada abah Gaos,tidak kepada yg lainnya?? Saya punya tulisan abah sepuh yg di photokan,tapi BISA ke BACA….(A.KEMBAR)

  4. istighfar ente gaos sblm kena kualatnya guru dan ane minta bukti klo ente mursid tqn yg skrng bukti berupa cincin seh muhamad tolhah dan tongkat beliau ane tau tongkatnya ada tnd khusus ke kholifahan

    • Subhanalloh..Alhamdulillah saya pernah melihat sertifikat wasiat bukti pelimpahan keMursyidan abah sepuh ke pangersa abah anom di tanda tangani oleh abah sepuh. Itu sebagai contoh bukti mursyid ada sertifikat. Sertifikat rahasia pelimpahan kemursyidan yg dari abah sepuh kepada abah anom itu sudah diberikan kepada abah Gaos,tidak kepada keluarga juga wakil talqin lain. Satu pertanyaan! kenapa diberikan kepada abah Gaos,tidak kepada yg lainnya?? Saya punya tulisan abah sepuh yg di photokan,tapi BISA ke BACA….(A.KEMBAR)

  5. mungkin kita kali ya yg harus istighfar……tp saya jg meyakini bhwa syehk abdul gaos silsilah yg ke 38…..apapun kembali kepada keyakinan kita….!!!

  6. saya pun yakin bahawa syehk A.GAOS beliau adalah MURSYID…setahu saya mursyid tidak d pilih oleh manusia…tp ALLOH lah yg memilih nya…!

  7. mursyid kamil mukamil
    ?

  8. Bibarkati Ahli Silsilah Thoriqot Qodiriyah Wa Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya Alfatekha….

  9. Segala Bukti sudah ada di tengah-tengah kita…. tinggal mata hati kita untuk melek selebar-lebarnya, mudah-mudahan Abah Gaos mengakui kita semua sebagai murid, amiin

  10. People of the Light
    Spiritual Mindsets dari Orang-Orang Yang Bercahaya Ilahi
    Ketakutan kita yang paling dalam bukanlah karena kekurangan kita.
    Ketakutan kita yang paling dalam justru karena kekuatan kita terlalu dahsyat dan tidak terukur.
    Cahaya kitalah, bukan kegelapan
    Yang sangat menakutkan diri kita
    —Marianne Williamson, Penulis dari Return to Love

    Beberapa survei di Amerika serikat membuktikan bahwa orang-orang yang
    Memiliki Spiritual Mindsets biasanya tampak lebih sehat, lebih bahagia,
    Bahkan lebih kaya daripada orang-orang yang tak memilikinya. Orang yang
    Berkecenderungan Spiritual Mindsets kebanyakan langgeng pernikahannya,
    Sementara yang tidak punya Spiritual Mindsets memiliki resiko perceraian
    Sampai sebanyak 50 persen.
    Di Indonesia, berdasarkan pengalaman penulis, juga tidak ada bedanya.
    Orang-orang yang mempunyai Spiritual Mindsets tampak lebih sehat, lebih
    Bahagia, bahkan juga lebih berhasil. Lebih dari itu, mereka cenderung bekerja
    Lebih keras, lebih jujur, lebih bahagia, dan memiliki integritas yang tinggi.
    Mereka adalah orang-orang yang berhati lebih baik dan benar.
    Orang yang hidup dalam Spiritual Mindsets yang saya maksud di sini
    Bukanlah berarti orang yang religius. Ada perbedaan yang sangat besar antara
    Keduanya. Orang yang religius lebih tertarik untuk mematuhi dan
    Melaksanakan dogma-dogma religius, dan acapkali berkeinginan
    Memaksakannya kepada orang lain. Sebaliknya, orang-orang dengan Spiritual
    Mindsets adalah mereka yang hidup untuk Tuhannya. Mereka lebih tertarik
    Hidup di dalam nilai-nilai spiritual ketimbang memaksakan kehendak mereka
    Kepada orang lain. Mereka ingin hidup dalam ritme “kehadiran” Alloh dan

    Mengikis habis ego dan kesombongan mereka ketimbang menghakimi orang
    Lain dengan aturan-aturan religius mereka sendiri.
    Orang yang memeluk dan mengamalkan Spiritual Mindsets dengan
    Menjalani hidupnya dalam ritme “kehadiran” Alloh inilah yang bisa disebut
    Sebagai Orang-Orang yang bercahaya Ilahi”.
    Alloh telah menentukan bahwa manusia akan terpecah menjadi tiga
    Golongan, yaitu golongan kanan, golongan kiri, dan golongan orang-orang
    Yang bercahaya Ilahi; sebagaimana firman Alloh Swt. Dalam Surah Al-Wâqi‘ah
    (56) ayat 7-14:
    “Dan, kamu (akan terpecah) menjadi tiga golongan. Pertama, golongan
    Kanan; alangkah mulianya golongan kanan. Kedua, golongan kiri; alangkah
    Sengsaranya golongan kiri. Ketiga, mereka yang lebih dahulu beriman, lebih dulu
    Masuk surga. Merekalah orang yang dimuliakan dan didekatkan Alloh di surga yang
    Penuh kenikmatan. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang terdahulu,
    Dan sebagian kecil dari golongan yang datang kemudian.”
    Golongan ketiga itulah yang bisa disebut sebagai “Orang-Orang yang
    Bercahaya Ilahi”.

    Fokus untuk “Mencintai” Alloh
    Orang-orang yang hidup dengan Spiritual Mindsets adalah mereka yang hidup
    Berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Mereka sangat
    Terpercaya, menolong kepada yang membutuhkan, lemah lembut, dermawan,
    Dan yang paling penting memiliki keimanan yang utuh kepada Alloh
    (bertakwa). Mereka bukanlah orang yang suka mengumbar nafsu, termasuk
    Mencela dan mengejek orang yang salah dalam beribadah. Mereka bukanlah
    Orang yang senang mencela dan mencari-cari kelemahan religius orang lain.
    Mereka juga tidak banyak membicarakan surga dan neraka serta meributkan
    Aturan-aturan detil syariatnya.
    Mereka memusatkan diri kepada tujuan yang paling besar yaitu Alloh
    Yang Mahabesar dan Mahaperkasa. Mereka berfokus untuk mencintai Alloh
    Yang Maha Pencinta, Pencipta dan Maha Benar. Begitu mengenal Penguasa
    Yang sebenarnya di sini dan di hari kemudian, mereka akan siap untuk
    Mengikuti semua aturan dari Sang Maha Pengatur. Mereka siap untuk
    Menaati segala peraturan dan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya.
    Namun, cara menaati segala aturan itu seyogyanya sesuai dengan sabda
    Nabi ketika sahabat-sahabatnya sedang bersumpah setia di bawah pohon
    Yaitu “semampumu”. Mereka juga menaati segala aturan dengan kesadaran

    Dan pengertian. Kadang ada seseorang yang melakukan semua peraturan
    Tetapi tidak peduli dan tanpa perasaaan yang jelas kenapa dia harus
    Melakukannya. Ia mengikuti aturan seperti yang tertulis. Namun, di balik
    Perilaku taatnya itu ternyata hatinya terasa hambar. Ia memberikan uang
    Kepada para peminta-minta yang menghampiri, tetapi dia membenci mereka.
    Dia tidak bersyukur kepada Alloh dengan rahmat yang telah dilebihkan
    Untuknya.
    Di sisi lain, ada seseorang yang berbeda. Orang ini hanya mengetahui
    Sedikit peraturan. Dia tidak mengikuti semua yang tertulis karena memang
    Tidak mampu. Tetapi, dia cinta kepada Tuhannya. Dia bersedia hidup ataupun
    Mati kapan saja demi Tuhannya. Dia melakukan apa yang diperintahkan
    Tuhannya semampunya. Dia bukan orang suci ataupun merasa suci. Dia tidak
    Merasa sempurna. Dia bahkan bukan orang yang paling beriman. Tetapi, dia
    Melakukan kebaikan dengan hatinya yang paling dalam untuk Alloh. Dia
    Selalu bersyukur kepada Tuhannya. Dialah yang disebut “golongan” Alloh atau
    “Orang-Orang yang Bercahaya Ilahi” yang hidup dengan Spiritual Mindsets
    Tersebut.
    Golongan Alloh adalah mereka yang paling yakin dan seratus persen
    Percaya dengan Tuhannya, Alloh Yang Mahabenar. Mereka bukanlah orang-

    Orang terobsesi dengan peraturan-peraturan dan hukum-hukum-Nya karena
    Ada kepuasan dalam menjalankannya serta menjadikan diri mereka benar dan
    Orang lain salah. Sekalipun tidak. Mereka melakukannya karena Allohlah yang
    Memberikan peraturan-peraturan dan hukum-hukum tersebut. Mereka
    Mencintai Alloh dan takut kepada-Nya. Mereka mengkhusukkan diri kepada-
    Nya dan hanya kepada-Nya. Mereka mengikuti-Nya dan karena itu mengikuti
    Peraturan-Nya.
    Orang-orang bercahaya Ilahi yang hidup dengan Spiritual Mindsets selalu
    Berada bersama Tuhannya. Mereka mencintai Tuhan, mengingat-Nya siang
    Dan malam, memuji dan beribadah kepada-Nya, serta melakukan segalanya
    Demi mengharap ridha dari-Nya. Mereka, seperti yang disebutkan dalam
    Surah Al-Wâqi‘ah (56) ayat 7-14, adalah orang-orang yang diberkahi dan
    Dipilih oleh Alloh. Mereka memenangkan tantangan spiritual, dan berjalan
    Menuju Cahaya-Nya. Mereka bukan orang yang memikirkan tentang benar
    Atau salah. Mereka adalah orang-orang yang merasakan dan membedakan
    Antara makhluk atau Alloh, antara ciptaan dan Khaliq.
    Dalam sebuah acara, Guru spiritual saya, Abah Gaos, menjelaskan
    Tentang arti orang-orang yang bercahaya Ilahi. Pada Hari Pembalasan, ketika
    Orang-orang sibuk menjawab pertanyaan dari Raja Hari Pembalasan (Mâliki

    Yaumiddîn), orang-orang yang bercahaya Ilahi duduk di salah satu tempat
    Dengan tenang. Mereka berhadap-hadapan dalam satu majelis yang besar.
    Wajah mereka memancarkan sinar sebening sinar matahari pagi. Anda tidak
    Dapat melihat wajah mereka lagi karena sudah tetutup cahaya, tetapi Anda
    Akan dapat mengenalinya. Pada muka mereka terdapat tanda-tanda bekas
    Sujud (berserah diri) kepada Alloh.
    Orang-orang yang bercahaya Ilahi paling dirahmati dari seluruh umat
    Manusia. Wajah mereka bercahaya karena hidup bersama Cahaya Alloh.
    Wajah mereka tidak terlihat lagi karena mereka telah meninggalkan ego (self
    Identity), dan memilih berjalan menuju Cahaya Alloh dan menyatu dengan
    Cahaya-Nya. Padalah Orang-Orang bercahaya Ilahi banyak yang waktu
    Meninggalkan dunia bukanlah seorang yang sempurna. Namun, setelah
    Dikubur, mereka dibangunkan oleh Malakaitnya untuk melanjutkan latihan
    Peleburan dengan Khaliqnya. Sehingga, diwaktu kiamat, mereka sudah
    Dibangunkan sebagai orang-orang yang suci. Yaitu sebagai seorang arif, alim,
    Dan budiman.
    Alloh Swt. Berfirman tentang Orang-Orang yang Bercahaya Ilahi,
    “Adapun orang-orang yang putih berseri (bercahaya) mukanya berada dalam Rahmat
    Alloh (surga). Mereka kekal di dalamnya” (QS Âli ‘Imrân [3]:107).

    Spiritual Mindsets adalah Kunci Prestasi
    Sebagai murid dari polar pikir (mindset) manusia, bertahun-tahun saya belajar
    Bagaimana meningkatkan prestasi klien-klien saya dalam hal karakter,
    Tingkah laku, atau kecakapan mental. Setelah 25 tahun mempelajari banyak
    Aspek, saya berkesimpulan bahwa Spiritual Mindsets adalah kunci dari prestasi
    Manusia.
    Kita dapat “belajar” dari zaman Nabi Muhammad. Para sahabat Nabi
    Kebanyakan berasal dari suku primitif yang sulit mempelajari ilmu apapun,
    Apalagi hal-hal yang akademis. Namun, mendadak mereka menjadi
    Sekelompok orang yang sangat berilmu, pandai, ahli, dan kompeten. Lihatlah
    Bagaimana ‘Umar bin Khaththâb yang dulu adalah tukang gulat, okem, dan
    Mengubur anak-anaknya sendiri mendadak berubah menjadi pemimpin. Ia
    Mendesain arsitek pengairan di sekitar Madinah dan menyebarkan prinsipprinsip
    Kebudayaan tinggi ke negara-negara lainnya. Dan para penerusnya
    Terus membangun gedung-gedung yang paling megah, membangun
    Perpustakaan yang begitu besar di Bagdad, dan mengejar ilmu sampai ke
    Negeri Cina.
    Bayangkan, para sahabat yang begitu mulia tersebut semula adalah para
    Barbar yang suka membunuh anak-anak, bermabuk-mabukan, berkelahi, dan

    Berhubungan dengan para pelacur. Bagaimana mereka bisa bertransformasi
    Menjadi orang-orang yang ahli beribadah, cerdas, beradab, dan maju. Mereka
    Berubah dari malas menjadi produktif. Mereka membangun masyarakat yang
    Damai dan toleran daripada saling berperang dengan sesama karena keinginan
    Untuk saling membalas dendam. Merekapun dalam sekejab merubah
    Mindsets mereka dari seorang barbar menjadi seorang dengan Spiritul
    Mindsets yang fokus kepada kemuliaan Ilahi dan berjalan menuju cahayanya.
    Dalam semalam, karena keimanan mereka kepada Alloh Yang Mahasatu,
    Kebudayaan Arab yang primitif dan barbar pun berubah. Peradaban Arab
    Berubah dari negara yang terbelakang menjadi negara super power. Negara
    Arabpun menjadi lebih maju dan kuat dibandingkan kerajaan Romawi,
    Yunani, dan Persia sekalipun. Negara Arab berjalan dengan tata
    Pemerintahan yang baik dan bijak serta menerapkan sistem dan menguasai
    Teknologi yang canggih seperti yang pernah dilakukan kerajaan Romawi.
    Masyarakat Arab berada dalam masa kejayaan selama lebih dari seribu tahun.
    Mereka menguasai Eropa (Spanyol, Portugal, dan Perancis Selatan) selama
    750 tahun.
    Masyarakat Arab bergerak dari yang terbawah menjadi yang teratas.
    Mereka berubah menjadi super power dalam sektor kebudayaan, ekonomi,

    Sains, teknologi, dan organisasi. Kebudayaan mereka tergolong paling maju
    Ini dicapai hanya dalam kurun waktu empat puluh tahun. Kita harus
    Memperhatikan bagaimana itu semua terjadi dengan mempelajari sejarah
    Orang-orang beriman yang hidup bersama Tuhannya. Mereka berjuang
    Menuju kejayaan. Namun, kala mereka mulai meninggalkan Spiritual Mindsets
    Tersebut, hancurlah peradaban Khalifah Arab oleh serangan Tentara Mongol.
    Namun, mereka kemudian dengan cepat diganti oleh Ottoman Empire dari
    Turki. Turki itupun melanjutkan Spiritual Mindsets tersebut. Merekapun
    Terus membangun kekuatan raksasa yang bisa mengimbangi seluruh Eropa
    Barat. Mereka begitu kuatnya sampai diakhir abad 19 dan permulaan Abad
    20. Namun, mereka kemudian meninggalkan Spiritual Mindsets mereka.
    Mereka bergabung dengan orang-orang German yang bengis dan memerangi
    Semua negara lainnya. Merekapun dikalahkan. Dan Turki tumbang dari
    Super Power menjadi negara biasa-biasa saja.
    Pelajarilah: bagaimana Spiritual Mindsets memutarbalikkan performa
    Para sahabat dan masyarakat Arab. Orang-orang yang bersama Tuhan akan
    Bangkit kembali. Jumlah mereka bertambah setiap hari karena keimanan yang
    Memang sedang dalam era kebangkitan. Perhatikanlah jumlah perempuan
    Berjilbab yang terus bertambah. Ketika saya masih umur sepuluh tahun,

    Jumlah mereka sangat sedikit. Sekarang, kapan pun saya merekrut anak-anak
    Muda dari berbagai universitas, 80 persen dari mahasiswi muslim terpandai
    Adalah pemakai jilbab. Mereka ada di mana-mana. Begitupun masyarakan di
    Amerika, merekapun berbondong-bondong mulai fokus kembali kepada
    Tuhan. Di Amerika, banyak gerakan Spiritual yang isinya sangat mirip
    Dengan Sufism. Merekapun sedang fokus membangun sisi spiritual mereka
    Yang selama ini tenggelam didalam pengejaran ilmu pengatahuan dan materi.
    Ahli ahli komputer bilionaire dan milionaire di Amerika banyak sekali yang
    Sekarang sangat fokus dengan sisi spiritual mereka.
    Di sisi lain, orang-orang bingung dan berbohong dengan mengatakan
    Bahwa nilai keimanan sedang tercabut dari akarnya. Memang nilai-nila
    Religious dogma sedang melemah. Tetapi jumlah orang-orang yang beriman
    Tengah meningkat dan mereka akan meraih prestasi yang tinggi bukan hanya
    Di dunia ibadah, tetapi juga di dunia apapun. Mereka bangkit seperti
    Gelombang tsunami yang tak terbendung.
    Memang benar ada perempuan berpakaian setengah telanjang
    Berkeliaran di mal-mal. Namun, mereka belum tentu bukan orang-orang yang
    Tidak takut dan tidak cinta dengan Tuhannya. Jangan-jangan merekalah
    Orang-orang yang sibuk berdoa ditengah malam akan kekhilafannya dan

    Merekalah yang paling pandai memaafkan orang-orang yang menghakimi
    Mereka.
    Namun, kita harus tetap optimis dengan keberadaan orang-orang
    Beriman yang jauh lebih banyak. Ibarat melihat gelas terisi air setengah; maka
    Orang optimis bilang bahwa “gelas tersebut setengah penuh”, sedangkan orang
    Pesimis bilang bahwa “gelas tersebut setengah kosong”. Orang yang spiritual
    Optimis percaya bahwa kekuatan orang-orang beriman yang sedang bangkit
    Dan berkembang. Alloh berfirman, “Dan, kamu melihat manusia masuk agama
    Alloh dengan berbondong-bondong” (QS Al-Nashr [110]: 2).
    Orang-orang yang beriman biasanya lebih pandai, bekerja lebih keras,
    Dan mengerjakan sesuatu dengan tulus. Mereka tidak mengejar gaji atau
    Keuntungan. Mereka hanya mencari approval dari Alloh. Mereka mengerti
    Bahwa seluruh rezeki berasal dari-Nya. Mereka bekerja menggunakan strategi
    Sebagaimana yang dilakukan para sahabat Nabi. Mereka belajar dan
    Mempelajari ilmu dengan rendah hati. Mereka bisa duduk dengan tenang
    Tidak takut ketinggalan oleh teman-temannya yang sedang bersenangsenang.
    Mereka tidak takut tiga kebagian.
    Mereka sadar gelombang akan naik. Mereka telah melihat dimata hati
    Mereka. Merekapun percaya akan bangkitnya gelombang keimanan karena

    Mereka yakin janji Alloh pasti benar. Mereka adalah orang-orang yang
    Optimis secara spiritual. Mereka tidak mengejar suatu negara, tetapi memiliki
    Ruangan yang lebih besar dari alam semesta. Ruangan itu ada di hati mereka.
    Ruangan itu adalah “Alam Besar”.
    Mereka mengajarkan agar “jangan menyalahkan ajaran lain, jangan
    Berubah (kepercayaan) kalau disakiti orang lain, dan jangan membenci ulama
    Yang sezaman”. Bagi mereka, keragaman dan perbedaan itu baik karena
    Allohlah yang telah menentukan. Mereka tidak takut akan melakukan
    Kesalahan. Mereka takut hanya kepada Alloh. Allohlah yang tahu mana yang
    Salah dan benar. Dan, Alloh dengan mudah bisa membenarkan sesuatu yang
    Dianggap salah oleh banyak orang, sebaliknya Alloh pun bisa menyalahkan
    Sesuatu yang dianggap benar oleh banyak orang.
    Hal itu seperti kisah yang terjadi ketika Nabi Hidir merusak kapal-kapal
    Nelayan miskin sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran Surah Al-Kahfi (18)
    Ayat 71. Semua orang pasti akan menyalahkan Nabi Hidir karena perbuatan
    Itu dianggap tercela. Bahkan Nabi Musa pun ikut menyalahkan Nabi Hidir.
    Tetapi, di luar dugaan, Alloh membenarkan apa yang dilakukan oleh Nabi
    Hidir. Apa yang disalahkan banyak orang dan dianggap tidak lazim justru
    Dibenarkan oleh Alloh. Belakangan terbukti bahwa perbuatan Nabi Hidir

    Merusak kapal para nelayan miskin ternyata justru berfaedah. Mengapa?
    Karena jika tampak bagus dan tidak bocor, kapal para nelayan itu akan
    Dirampas oleh seorang raja yang lalim.
    Orang-orang bercahaya ilahi akan menyayangi semua orang yang telah
    Melakukan syahadat apakah mereka berjilbab ataupun setengah telanjang,
    Apakah mereka bodoh ataupun pandai, dan apakah mereka terlihat baik
    Ataupun terlihat jahat. Mereka tidak membeda-bedakan karena mereka
    Mengerti bahwa orang-orang yang bersyahadat adalah saudaranya. Mereka
    Adalah saudara seiman. Julius Usman, seorang analis Al-Quran dan pernah
    Menjadi anggota DPR, pernah berkata, “Dapatkanlah persatuan di bawah
    Keimanan.” Mari kita bersatu di bawah panji syahadat dan jangan mudah
    Diadu domba oleh orang-orang yang ingin memecah-belah orang-orang yang
    Beriman.
    Alloh berfirman sekaligus memberi peringatan kepada kaum beragama,
    “Kemudian, mereka (para pengikut Rasul itu) menjadikan agama mereka terpecahbelah
    Menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang
    Ada pada sisi mereka (masing-masing)” (QS Al-Mu’minûn [23]: 53). Banggalah
    Dengan Alloh dan Rasul-Nya. Hanya karena perbedaan faham tentu tidak
    Lantas membuat seseorang menjadi saling bermusuhan dan bertindak aniaya.

    Abah Anom, Guru kami, sudah memberi nasehat kepada kami semua
    “jangan sampai timbul keretaka”.”
    Alloh berfirman, “Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum
    Mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat
    Kepada takwa. Dan, bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh sangat
    Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Mâ’idah [5]: 8).
    Pribadi yang Utuh atau Terpecah?
    Kita sering mendengar penelitian yang menyatakan bahwa manusia hanya
    Menggunakan 3-5 persen otak mereka. Stanford University mengungkapkan
    Bahwa kita hanya menggunakan kurang dari 10 persen kemampuan otak yang
    Kita miliki. Dapat disimpulkan bahwa kebanyakan dari manusia tidak
    Menggunakan seperempat dari potensi dan kemampuan otak mereka.
    Dalam kondisi seperti itu, potensi spiritual bisa menjadi salah satu cara
    Yang paling ampuh untuk meningkatkan kemampuan seseorang. Kebanyakan
    Orang tidak mampu memusatkan pikiran dan tidak mampu membangun
    Potensi karena pikiran dan diri mereka telah terpecah-pecah oleh keinginan
    Dan masalah duniawi. Terpecahnya konsentrasi ini terjadi karena satu alasan:
    Desire (keingina%) dan negative emotions (emosi negatif). Keinginan bermacam-

    Macam yang dimanifestasikan dengan tergila-gila dengan uang, seks, dan
    Kekuasaan.
    Selain itu, juga disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif seperti
    Kemarahan, kebencian, ketakutan, kedengkian, depresi, dan keragu-raguan.
    Pengalihan dan perpecahan fokus yang terus-menerus bisa menguras energi
    Seseorang. Hal-hal yang tidak penting dan tidak produktif bisa
    Mempengaruhi mental, dan akhirnya menyebabkan keletihan emosional.
    Simak hal-hal yang menguras energi dan tidak produktif berikut ini:
    - Ketimbang memikirkan bagaimana cara meningkatkan produksi
    Pabriknya, Tiro menghabiskan waktunya dengan membenci rekan-rekan
    Kerja yang menyepelekannya. Tiro menghabiskan waktunya untuk
    Mencari strategi guna menjatuhkan mereka.
    - Ketimbang mencari cara untuk menangani dan meningkatkan kinerja
    Departemennya, Doyo membuang-buang waktu untuk memfitnah
    Rekan-rekan kerjanya guna menghancurkan reputasi mereka.
    - Ketimbang mencintai suami dan berterima kasih atas kesetiaannya,
    Tina menghabiskan waktunya dengan sikap marah-marah terhadap
    Suaminya yang dianggap memiliki banyak kelemahan. Dia terus-

    Menerus menghina suaminya karena persoalan mendengkur, kurang bisa
    Bersosialisasi, dan tidak pandai bertata-krama dengan orangtua Tina.
    - Ketimbang belajar menguasai bahasa Inggris agar dapat berkomunikasi
    Lebih lancar dengan para ekspatriat, Sasi menghabiskan waktu untuk
    “menikam” teman-temannya yang lulusan Amerika yang nota bene lebih
    Mudah bergaul dengan para eksekutif asing di perusahaan multinasional
    Tempat bekerjanya.
    Prestasi kita tercipta karena kita bisa memfokuskan diri pada keahlian,
    Kekuatan, kepandaian, dan kelebihan kita. Energi yang kita miliki, apakah
    Berupa energi fisik, mental, emosional, ataupun spiritual memang sangat
    Terbatas. Sumber yang terbatas ini harus didayagunakan secara tepat dan
    Efisien. Kapasitas mental kita, sadar atau tidak, berhubungan secara konstan
    Dengan keinginan, dan kebahagiaan kita kita. Tingkat emosional yang kita
    Miliki secara konstan mengarahkan energi kita kepada hal yang positif atau
    Negatif. Emosi positif akan menghubungkan elemen-elemen pikiran-tubuhjiwa
    Menuju tujuan dan impian kita. Energi spiritual kita secara terusmenerus
    Berhubungan dengan Sang Pencipta melalui cara bersyukur kepada-
    Nya, mengingat-Nya, dan terus berdoa untuk hal-hal yang kita inginkan.
    Proses ini membangun harapan dan energi yang positif.

    Orang-orang yang Bercahaya Ilahi akan mendapat petunjuk untuk
    Pemusatan energi cahaya hatinya. Mereka memusatkan pikiran pada hal-hal
    Yang lebih penting dengan energi pikiran-tubuh-jiwa mereka. Mereka bukan
    Orang yang jiwanya terbagi-bagi seperti orang yang punya terlalu banyak citacita
    Dan nafsu dunia. Sebaliknya, mereka adalah manusia yang utuh dan
    Terintegrasi.
    Mereka menyatukan dan mengintegrasikan dirinya menjadi satu, bukan
    Terpecah-pecah seperti orang dengan kepribadian ganda. Cukup banyak
    Orang yang terpecah-pecah dengan kepribadian yang bermacam-macam. Salah
    Satu klien saya, Wenda, kala saya bertanya seperti apakah kekasih idaman
    Yang dia cari; dia menjawab bahwa orangnya harus baik hati dan penuh
    Pengertian. Kemudian, saya meminta Wenda membayangkan beberapa
    “adegan” dengan si dia, yakni ketika sedang belanja di mall, sedang makan
    Malam dalam suasana yang romantis, dan sedang bercanda ria dengan anakanak
    Setelah menikah.
    Kemudian, saya bertanya kepada Wenda, “Apakah si dia di setiap adegan
    Itu orangnya sama?”

    Wenda terkejut, ternyata dia mengimajinasikan orang-orang yang
    Berlainan. Inilah yang saya maksud kemauan ganda – energi yang terpecahpecah.
    Saya tersenyum dan berkata, “Bila anda hidup seperti ini terus, tidak ada
    Satu pun laki-laki di dunia ini yang bisa memuaskan Anda. Anda harus
    Mengintegrasikan kemauan ke satu orang dan berpuas diri dengan itu saja.”
    Saya lalu meminta Wenda membayangkan tiga sosok si dia itu dan
    Melebur visi tersebut menjadi satu sosok pria saja.
    Orang berkepribadian ganda dan berkemauan ganda acapkali berkata,
    ”Di satu pihak saya ingin begini dan di lain pihak saya ingin begitu.”
    Di dalam pikiran bawah sadar, kebanyakan orang relatif berkepribadian
    Ganda dan terbelah-belah karena tidak memiliki tali yang kuat yang dapat
    Menyatukan kemauan mereka seutuhnya. Mereka membutuhkan “tali” Alloh
    Yang dapat membawa mereka menjadi sosok yang tidak terpecah-pecah dan
    Mudah bersatu dalam panji-panji Alloh dan Rasul-Nya.
    Sebaliknya, ketika setiap bagian diri mereka berjalan ke arah yang
    Berlainan, mereka menjadi bercerai-berai dan akhirnya kehilangan kekuatan.
    Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad ketika melihat umatnya
    Di masa-masa kemudian: “Jumlahmu banyak, tetapi bagaikan buih di laut,

    Terombang-ambing dibawa ombak”. Ini disebabkan karena setiap bagian diri kita
    Ingin membangga-banggakan dan mengejar tujuan dari keinginannya sendiri.
    Kebanyakan orang mempunyai kehidupan dan keinginan yang ganda
    Sehingga mereka memiliki wajah-wajah yang berbeda dalam situasi yang
    Berbeda.
    Berbeda dengan fenomena pribadi ganda yang mudah bertikai dan
    Berpecah-belah, Sufi Agung Syaikh ‘Abdul Qâdir Al-Jailânî mengajarkan
    Bahwa Orang-orang yang bercahaya Ilahi tidak memiliki punggung
    (kepribadian ganda), karena dilihat dari depan atau belakang adalah sama.
    Mereka bukanlah orang munafik. Mereka adalah orang-orang yang
    Dekat dengan Alloh. Mereka mengatakan kebenaran atau tidak mengatakan
    Apa-apa sama sekali. Mereka menjaga apa yang mereka katakan. Mereka
    Sedikit makan dan berkata-kata. Mereka bukanlah budak pujian ataupun
    Hinaan. Mereka bukanlah budak dari nafsu karena mereka hanya
    Menyembah Alloh semata. Mereka sangat sehat dan kuat. Mereka dapat
    Hidup hanya dengan tidur tiga jam sehari. Dalam konteks ini, mereka tampak
    Tidak lazim dan tidak normal sebagaimana kebanyakan manusia. Namun,
    Secara psikologis, mereka bahagia. Mereka adalah orang-orang yang diberi
    Nikmat. Mereka lebih dari apa yang dapat saya ungkapkan dalam buku ini.

    Cobalah selama seminggu Anda tidur hanya tiga jam sehari. Anda pasti
    Akan berjalan sempoyongan dan menabrak tembok. Orang-orang yang
    Bercahaya Ilahi telah memenangkan pertarungan menaklukkan hawa nafsu
    Mereka sendiri. Mereka terbebas dari kelemahan tubuh karena jiwa dan iman
    Mereka sangat kuat. Mereka diberi kekuatan karena sangat dekat dengan
    Alloh Swt. Mereka tidak sombong. Mereka tidak memperdagangkan produk
    Spiritual mereka ke Anda. Mereka tidak membutuhkan Anda karena mereka
    Memiliki Alloh. Namun, bila Anda membantu mereka, mereka sangat
    Bersyukur kepada Anda karena mereka melihat Alloh telah bergerak melalui
    Anda. Mereka mensyukuri keberadaan Anda, mendoakan Anda, dan berharap
    Yang terbaik untuk Anda.
    Mengoptimalkan Pikiran-Tubuh-Jiwa untuk Meraih Kesuksesan
    Saya mempelajari psikologi semenjak masih sekolah Highschool (SMA) di
    Makati International School di Filipina dan saya teruskan ketika kuliah di
    Whitman Colleg& dan kemudian di Duke University. Ketika kuliah, saya sempat
    Diminta menjadi seorang Research Assistan’ untuk bagian Cognitive Psychology
    Meskipun saya tolak karena terlalu sibuk sebagai murid di Mechanical
    Engineering. Sebagai seorang murid dalam wilayah psikologi, khususnya dalam

    Hal sikap dan pola pikir manusia, saya sangat tertarik dengan kehidupan
    Manusia yang dilimpahi kedamaian, kebahagiaan, keharmonisan, dan
    Kesuksesan. Sosok yang menguasai ini adalah Abah Gaos, Guru spiritual saya
    Yang juga seorang ahli Sufisme.
    Aba h Gaos y ang t ing g a l di de s a ke c i l di Jawa Ba r a t , te l a h
    Mempublikasikan lima buah buku yang mengungkap kehidupan Sufi. Dia
    Menggunakan sebagian besar waktunya untuk perjalanan ke kota-kota besar
    Termasuk Jakarta, Bandung, dan Bogor dalam melakukan Manaqib Syekh
    Abdul Qodir Jailani. Dalam even spiritualnya, ia duduk di setiap majelis lebih
    Dari lima jam. Sementara itu, dia melakukan hal tersebut di lebih dari satu
    Majelis sehari. Pada malam hari, pengajian yang dipimpin Abah Gaos berakhir
    Sampai jam sepuluh malam. Praktis, dia tidak dapat melakukan hal yang lain
    Lagi. Abah Gaos tidur antara jam 12 sampai jam 3 pagi setiap hari. Dalam
    Situasi seperti ini, dia masih sanggup menerbitkan lebih lima buah buku.
    Di lain tempat, saya mengenal banyak doktor (Ph.D) yang mengajar di
    Universitas besar dan ternama hanya sanggup menghasilkan tidak lebih dari
    1-2 buah buku saja. Mengapa Abah Gaos bisa hidup produktif? Karena ia
    Memusatkan usahanya untuk menulis buku dan menyebarkan ilmunya guna
    Mencari Ridha Alloh. Dia tidak bersaing dengan penulis lain, tidak mengejar

    Pengakuan dari pembaca, atau pun mencari keuntungan. Performanya justru
    Berlipat ganda karena Abah Gaos mememusatkan pikiran-tubuh-jiwa-nya
    Kepada satu tujuan, menulis buku untuk menyebarkan ilmu-ilmu mulia dari
    Abah Sepuh dan Abah Anom.
    Abah Gaos mengintegrasikan seluruh pikiran-tubuh-jiwa ke dalam
    Hatinya yang terus-menerus berzikir, mengingat Alloh. Inilah sumber
    Kekuatan dari orang-orang yang bercahaya Ilahi. Mereka mengalami
    Pencerahan dalam arti yang sebenarnya. Bila Anda mengabiskan waktu
    Bersamanya, hati Anda akan tercerahkan karena mereka memantulkan
    Cahaya Ilahi. Inilah jalan orang-orang yang Bercahaya Ilahi; mereka sibuk
    Memantulkan Cahaya Ilahi yang dimulai dari Sang Rembulan, Nabi
    Muhammad Saw. Marilah kita ikuti jejak rasul dengan hambannya yang sudah
    Melihat jejaknya yang sebenarnya sehingga kita adalah “orang-orang yang
    Diberi nikmat dan bukan orang-orang yang dimurkai atau tersesat.” Amen.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: